Thursday, 26 September 2013

KONSEP KEPERAWATAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN



KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD FILE



ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN LUKA BAKAR (COMBUSTIO)



KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD FILE




ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN KARSINOMA LARING



KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD FILENYA



ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN TETRALOGI FALLOT


 

KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD FILE






SAP MANAJEMEN NYERI PADA LUKA POST OPERASI



KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD FILENYA



ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN DERMATITIS

 
 

KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD FILENYA



Monday, 23 September 2013

ASUHAN KEPERAWATAN KEGAWATDARURATAN PADA ANAK DENGAN TERSEDAK




KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD FILENYA 



KONSEP DESAIN PENELITIAN





KLIK DISINI UNTUK MENDOWNLOAD FILENYA 



ASKEP KLIEN DENGAN GANGGUAN SISTEM ENDOKRIN: DIABETES MELLITUS






KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD



SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) UNTUK MENGURANGI RASA NYERI PASIEN





KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD 




INSTRUMEN DALAM MANAJEMEN KESEHATAN

KONSEP MANAJEMEN ASUHAN KEPERAWATAN

PENGERTIAN

Sistem MAKP adalah suatu kerangka kerja yang mendefinisikan keempat unsur: standart, proses keperawatan, pendidikan keperawatan dan sistem MAKP. Definisi tersebut berdasarkan prinsip- prinsip nilai yang diyakini dan akan menentuakan kualitas produksi/ jasa layanan keperawatan.

Faktor- faktor yang berhubungan dengan perubahan MAKP:
1. Kualitas pelayanan keperawatan  

Setap upaya untuk meningkatkan pelayanan
  • Untuk meningkatkan asuhan keperawatan kepada pasien/ konsumen
  • Untuk menghasilkan keuntungan (pendapatan) institusi
  • Untuk mempertahankan eksistensi institusi
  • Untuk meningkatkan kepuasan kerja
  • Untuk meningkatkan kepercayaan konsumen/ pelanggan
  • Untuk menjalankan kegiatan sesuai aturan/ standart
Standart praktek keperawatan
Menurut JCHO (Joint Commission on Accreditational Helath Care Organisastion terdapat 8 standart tentang asuhan keperawatan yang meliputi:
  • Menghargai hak- hak pasien
  • Penerimaan sewaktu pasien MRS
  • Observasi keadaan pasien
  • Pemenuhan kebutuhan nutrisi
  • Asuhan pada tindakan non- operative dan administratif
  • Asuhan pada tindakan olerasi dan prosedur invasif
  • Pendidikan pada pasien dan keluarga
  • Pemberian asuhan secara terus menerus dan berkesinambungan
PENGHITUNGAN KEBUTUHAN TENAGA
Tingkat ketergantungan pasien
Tingkat ketergantungan klien di ruang kardiologi dinilai dengan menggunakan instrumen yang dimodifikasi kelompok sesuai dengan keadaan klien kardiologi dengan acuan instrumen penilaian tingkat keretgantungan klien dari Orem (total, partial, mandiri)

MINIMAL CARE 
Pasien bisa mandiri/ hampir tidak memerlukan bantuan 
  1. Mampu naik- turun tempat tidur
  2. Mampu ambulasi dan berjalan sendiri
  3. Mampu makan dan minum sendiri
  4. Mampu mandi sendiri/ mandi sebagian dengan bantuan
  5. Mampu membersihkan mulut (sikat gigi sendiri)
  6. Mampu berpakaian dan berdandan dengan sedikit bantuan
  7. Status psikologis stabil
  8. Pasien dirawat untuk prosedur diagnostik
  9. Operasi ringan
PARTIAL CARE 
Pasien memerlukan bantuan perawat sebagian 
  1. Membutuhkan batuan 1 orang untuk naik- turun tempat tidur
  2. Membutuhkan bantuan untuk ambulasi/ berjalan
  3. Membutuhkan bantuan dalam menyiapkan makanan
  4. Membutuhkan bantuan untuk makan/ disuap
  5. Membutuhkan bantuan untuk kebersihan mulut
  6. Membutuhkan bantuan untuk berpakaian dan berdandan
  7. Membutuhkan bantuan untuk BAB dan BAK (tempat tidur/ kamar mandi)
  8. Post operasi minor 24 jam
  9. Melewati fase akut dari post operasi mayor
  10. Fase awal dari penyembuhan
  11. Observasi tanda- tanda vital setiap 4 jam
  12. Membutuhkan 2 orang atau lebih untuk mobilisasi dari tempat tidur ke kereta dorong atau kursi roda
  13. Membutuhkan latihan pasif
  14. Kebutuhan nutrisi dan cairan dipenuhi melalui terapi intravena (infus) atau NG tube (sonde)
  15. Membutuhkan bantuan untuk kebersihan mulut
  16. Membutuhkan bantuan penuh untuk berpakaian dan berdandan
  17. Dimandikan perawat
  18. Dalam keadaan inkontinensia
  19. 24 jam post operasi mayor
  20. Pasien tidak sadar
  21. Keadaan pasien tidak stabil
  22. Observasi TTV setip kurang dari jam
  23. Perawatan luka bakar
  24. Perawatan kolostomi
  25. Menggunakan alat bantu nafas (ventilator)
  26. Menggunakan WSD
  27. Irigasi kandung secara terus menerus
  28. Menggunakan alat traksi (skeletal traksi)
  29. Fraktur dan atau pasca operasi tulang belakang/ leher
  30. Gangguan emosional berat, bingung dna disorientasi
  31. Gangguan emosional ringan
TOTAL CARE 
Pasien memerlukan bantuan perawat sepenuhnya dan memerlukan waktu perawat yang lebih lama 
  1. Membutuhkan 2 orang atau lebih untuk mobilisasi dari tempat tidur ke kereta dorong atau kursi roda
  2. Membutuhkan latihan pasif
  3. Kebutuhan nutrisi dan cairan dipenuhi melalui terapi intravena (infus) atau NG tube (sonde)
  4. Membutuhkan bantuan untuk kebersihan mulut
  5. Membutuhkan bantuan penuh untuk berpakaian dan berdandan
  6. Dimandikan perawat
  7. Dalam keadaan inkontinensia
  8. 24 jam post operasi mayor
  9. Pasien tidak sadar
  10. Keadaan pasien tidak stabil
  11. Observasi TTV setip kurang dari jam
  12. Perawatan luka bakar
  13. Perawatan kolostomi
  14. Menggunakan alat bantu nafas (ventilator)
  15. Menggunakan WSD
  16. Irigasi kandung secara terus menerus
  17. Menggunakan alat traksi (skeletal traksi)
  18. Fraktur dan atau pasca operasi tulang belakang/ leher
  19. Gangguan emosional berat, bingung dna disorienta
Dalam pelaksanaa Manajemen Keperawatan di Rumah Sakit makan diperlukan instrumen meliputi input, proses dan output. 
1. Input           klik disini 
                         klik disini    
2. Proses       klik disini 
                         klik disini
3. Output        klik disini
 



PROPOSAL RONDE KEPERAWATAN




UNTUK DOWNLOAD FILENYA BERKURAN 128 kb TERDIRI DARI 2 YAITU COVER DAN RENCANAN TINDAKAN SILAHKAN KLIK DISINI



ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA YANG SEDANG MENGASUH ANAK






KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD FILENYA



KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA (KBBI)

KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD





KONSEP PNEUMONIA







              KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD FILENYA 



NURSING PHATWAY PNEUMONIA


KLIK DISINI UNTUK DOWNLWOAD FILENYA 




ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA DENGAN ANAK REMAJA





KLIK DISINI UNTUK MENDAPATAKAN FILE LENGKAPNYA



ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA PEMULA



DOWNLOAD FILE LENGKAPNYA DIBAWAH INI 




CARA MEMPERBAIKI TOUCHPAD LAPTOP ASUS


Kali ini kita saya akan memberitahu cara memperbaiki netbook ASUS yang kadang-kadang bikin geram entah touchpadnya tidak merespon, kadang-kadang lari sendiri, dll.
Langsung saja langkah pertama
1.  Klik kanan Synaptics Pointing Device dari taskbar dan buka Pointing Device Properties
Photobucket
2.  Pilih menu Device Setting
3.  Klik Settings
Photobucket
4.  Nonaktifkan Scrolling dengan menghilangkan tanda centan
5.  Nonaktifkan Pinch Zoom
6.  Nonaktifkan Rotating
7.  Pilih Pointing–>Sensitivity–>Touch Sensitivity geser kursor ke Light Touch sebelah kiri
Photobucket
8.  Nonaktifkan Momentum
9.  Nonaktifkan EdgeMotion
10. Nonaktifkan Pointing Enhancements
11. Nonaktifkan Application Gestures


Sunday, 22 September 2013

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN BANTUAN VENTILASI MEKANIK (VENTILATOR)



KLIK DIBAWAH INI FILE LENGKAPNYA




HAK DAN KEWAJIBAN PASIEN, PERAWAT, RUMAH SAKIT DASAR HUKUM



SILAHKAN DOWNLOAD DISINI UNTUK MENDAPATKAN FILE LENGKAPNYA



PENGKAJIAN GAWAT DARURAT PADA PASIEN DEWASA

KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD FILE LENGKAPNYA


ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN TRANSPLANTASI GINJAL




 

DOWNLOAD ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN TRANSPLANTASI GINJAL










NURISNG PHATWAY HEPATITIS

KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD 


ASKEP PADA PASIEN HEPATITIS

PENGERTIAN
Hepatitis adalah inflamasi hati yang dapat terjadi karena infasi bakteri, cedera oleh agen fisik atau kimia atau infeksi virus hepatitis A,B,C,D,E, obat-obatan, alcohol, proses ischemic (shock/ proses autoimun).( Doenges, M.E, 2000 )
Hepatitis adalah suatu proses peradangan difus pada jaringan hati yangn memberikan gejala klinis berupa badan lemah, kecing beerwarna air the pekat, mata dan seluruh mata kuning (Hadi, 1999) 
Hepatitis virus merupakan infeksi sistemik oleh virus yang disertai nekrosis & inflamasi pada sel-sel hati yang menghasilkan kumpulan perubahan klinis, biokimia,serta seluler yang khas (Brunner dan Suddart, 
Dari pengertian diatas dapat di simpulkan hepatitis adalah inflamasi difus pada jaringan hati yang disebabkan oleh karena infasi bakteri, agen fisik atau kimia, virus hepatitis A B C D E, obat-abatan, proses iskemik yang memberikan gejala klinis badan lemah, kencing berwarna air teh pekat, mata dan seluruh badan kuning. 
Hepatitis kronik adalah suatu sindrom klinis dan patologis yang disebabkan bermacam macam etiologi ditandai berbagai tingkat peradangan dan nekrosis hati yang berlangsung terus menerus tanpa penyembuhan dalam waktu sediktnya 6 bulan yang dibagi dalam Hepatitis kronik persisten (prognosis baik dan akan sembuh) dan hepatitis kronik aktif yang akan (berakhir dengan sirosis hepatic).(Abdurrahman, 1992 )
Hepatitis akut adalah penyakit infeksi akut dengan gejala utama berhubungan erat dengan adanya nekrosis pada hati yang disebabkan virus hepatitis A,B, dan C serta virus lain, dengan tanda dan gejala asimtomatik, simtomatik (Mansjoer, A,2000)
ETIOLOGI
 
  1. Hepatitis A
Disebut hepatitis infeksiosa merupakan virus RNAdari famili entrovirus penularan melalui fekal oral yaitu melalui makanan dan minuman yang tercemar. Virus hepatitis A ditemukan pada tinja pasien yang terinfeksi sebelum gejala muncul dan selama beberapa hari pertama menderita sakit. Masa inkubasi 1-7 minggu, rata-rata 30 hari. Gejala anoreksia, ikterus, nyeri epigastrium, nyeri ulu hati, platulensi.
  1. Hepatitis B
Virus DNA ditularkan melaului darah (mukosa) ditemukan pada darah saliva, secret, semen, cairan vagina ditularkan melalui membrane mukosa dan luka pada kulit. Masa inkubasi 1-6 bulan. Gejalanya panas, anoreksia, nyeri abdomen, pegal-pegal menyeluruh, tidak enak badan dan lemah.
  1. Hepatitis C
Hepatitis C bukan merupakan hepatitis A,B, atau D. hepatitis C adalah bentuk primer yang berkaitan dengan tranfusi.Ditularkan dari donor komersil dan donor relawan. Masa inkubasi 15-160 hari
  1. Hepatitis D
Hepatitis D atau agen atau virus delta terdapat pada beberapa kasus hepatitis B, dijumpi pada obataoabatan intravena, pasien hemodialisis, penerima tranfusi darahb dengan donor multiple. Masa inkubasi 21-40 hari
  1. Hepatitis E ( hepatitis terbaru)
Ditularkan melalui fekal oral. Masa inkubasi 15-65 hari. Metode pencegahan untuk menghindari kontak dengan virus melalui hygiene (Brunner dan Suddart, 2000)
ANATOMI PATOLOGI
Hati adalah organ paling besar dalam tubuh kita, warnanya coklat dan beratnya 1,5 kg. letaknya di bagian atas dalam rongga abdomen di sebelah kanan bawah diafragma. Hati terbagi menjadi dua lapisan utama :
  1. permukaan atas berbentuk cembung terletak dibawah diafragma
  2. permukaan bawah, tidak rata dan memperlihatkan fisura tranfersus. 
Hati dipisahkan menjadi 2 belahan yaitu belahan kanan dan kiri oleh fisura longitudinal. Dan dibagi menjadi 4 belahan : lobus kanan, lobus kiri, kaudata, lobus quadratus. Pembuluh darah hati ada dua peredaran darah yaitu :
  1. Arteri hepatica, keluar dari aorta 1/5 darah dan keluar sebagai vena hepatica
  2. Vena porta, terbentuk dari lienalis dan vena mesenterika posterior dan menghantarkan 4 cc darah ke hati
Fungsi hati :
  1. mengubah zat makanan yang diabsorpsi dari usus dan yang disimpan di suatu tempat dalam tubuh, dikeluarkan sesuai dengan pemakainannya dalam jaringan.
  2. mengubah zat buangan dari bahan-bahan racun untuk dieskresi dalam empedu dan urin.
  3. menghasilkan enzim glikogenik glukosa menjadi glikogen.
  4. sekresi empedu, garam empedu dibuat dihati dibentuk dalam system retikulo dialirkan ke empedu.
  5. pembentukan ureum, hati menerima asam ammonia di ubah menjadi ureum dikeluarkan dari darah oleh ginjal dalam bentuk urin.
  6. menyiapakan lemak untuk pencegahan terakhir asam karbonat dan air
Dasar kelainan patologik hepatitis virus adalah kerusakan sel hati berupa regenerasi dan nekrosis, seluruh alat tubuh dapat terkena dan derajat kerusakan berbeda-beda. Hal ini dapat dibuktikan kelainan histologik dalam biopsy hati yang diambil dari berbagai bagian hati baik pada laparatomi / biopsy jarum. Kelainan histopatologik terjadi karena virus dan pertahan tubuh.        
Akibatnya tergantung dari :
  1. hepatitis virus jenis fatal
  2. hepatitis virus mendadak
  3. hepatitis virus  yang mereda / ringan
  4. hepatitis persisten
  5. hepatitis cholestatik (Saefudin, 1997) 
 PATOFISIOLOGI
Meskipun ada beberapa faktor yang terlibat dalam etiologi sirosis, konsumsi minuman beralkohol dianggap sebagai faktor utama .sirosis terjadi dengan frekuensi tinggi pada peminum minuman keras.meskipun defisiensi gizi dengan penurunan asupan protein turut menimbulkan kerusakan hati pada sirosis,namun asupan alkohol yang berlebihan merupakan faktor utama  pada perlemakan hati dan konsekuensi yang di timbulkanya.namun demikian sirosis juga pernah terjadi pada individu yang tidak memiliki kebiasaan meminum  minuman keras dan pada individu yang dietnya normal tetapi denga konsumsi alkohol yang tinggi. Sebagian individu tampaknya lebih rentan terhadap penyakit ini dibanding individu lain tanpa di tentukan apakah individu tersebut meminum minuman keras atau menderita malnutrisi.faktor lainya dapatmemainkan peran,termasuk pajanan dengan zat kimia tertentu[karbon tetraklorida,naftalenterklorinasi,arsen atau pospor]atau infeksi skistosomiasis yang menular.jumlah penderita sirosis adalah 2x lebih banyak daripada wanita,dan mayorits pasien sirosis berusia 40-60 tahun. 
Sirosis laennec  merupakan penyakit yang di tandai oleh episode nekrosis yang melibatkan sel-sel hati dan kadang-kadang berulang di sepanjang perjalanan penyakit tersebut.sel-sel hati yang dihancurkan itusecara berangsur angsur di ganti oleh jaringan parut;akhirnya jumlah jaringan parut melampui jumlah jaringan hati yang masih berfungsi.pulau pulau jaringan normal yang masihtersisa dan jaringan hati hasil regenerasi dapat manonjol dari bagian bagian yang berkontriksi sehingga  hati yang sirotik memperlihatkan gambar mirip paku sol sepatu berkepala besar (hobnail appearance) yang khas.sirosis hepatis biasanya memiliki awitan yang insidius dan   perjalanan penyakit yang sangat panjang sehingga kadang kadang melewati rentang waktu 30 tahun atau lebih. 
Hepatitis dalah inflamasi dan cedera pada hepar akibat reaksi hepar terhadap virus, obat-obatan, alcohol. Hepatitis virus diketahui pada lansia, karena hepatitis ini terjadi dengan gejala tidak spesifik seperti kelelahan, malaise, dan diare. Inflamasi yang menyebar pada hati menyebabkan unit fungsional dasar terganggu. Gangguan terhadap suplai darah normal pada sel-sel hati ini menyebabkan nekrosis dan kerusakan sel-sel hati. Setelah lewat masanya, sel-sel ini menyebabkan nekrosis dan kerusakan sel-sel hati. Oleh karenanya, sebagian besar pasien yang mengalami hepatitis sembuh dengan fungsi hati yang normal. Infeksi virus parenkim hati telah dikelompokkan berdasarkan agen spesifik yang menginfeksinya. Jenis virus penyebab virus hepatitis akut : A, B, non A, non B, C, D, E. Hepatitis A ditularkan lewat oral vekal. Perjalanan klinisnya kurang lebih satu sampai tiga bulan dapat menyebabkan gagal hati yang parah. Hepatitis non A dan non B ditularkan lewat darah, infeksi ini dapat menetap sebagai infeksi lanjut dengan peningkatan enzim hati dan dapat menyebabkan serosis hepatitis fulminan atau karsinoma serta dapat menyebabkan hepatitis kronis. Hepatitis D akibat dari hepatitis B dan penularanya lewat darah. Hepatitis E ditularkan lewat fekal oral cenderung menyerang pada ornag dewasa muda dan wanita, tidak ada status kronis atau pembawa. 
Hepatitis A yang dahulu dinamakan hepatitis infeksiosa, disebabkan oleh virus RNA dari famili enterovirus.cara penularan penyakit ini adalah melalui jalaur fecal-oral,terutama lewat konsumsi makanan/minuman yang tercer virus tersebut.Virus Hepatitis A ditemukan dalam tinja yang terinfeksi sebelum gejalanya muncul dan selama beberapa hari pertama menderita sakit. Secara khas seorang pada orang dewasa muda akan terjangkit di sekolah & membawanya kerumah dimana kebiasaan sanaitasi yang negatif(-) menyebarkan keseluruh anggota keluarganya. Dan masyarakat dapat terjangkit melalui konsumsi air/ikan dari sungai yang tercemar linbah. Kadang-kadang penyakit liar ditularkan melalui transfusi darah. 
Masa inkubasi Hepatitis A berkisar 1-7 minggu dengan rata2 30 hari. Perjalan penyakit ini dapat berlangsung lama dari 4-8 minggu. Vitus hepatitis A terdapat dalam waktu singkat didalam serum ; pada saat timbul ikterus kemungkinan perubaha sudah tidak terinfeksi lagi. (Huddak dan Gallo,1999)


ASKEP LENGKAPNYA DOWNLOAD DIBAWAH INI



ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN MININGITIS

I.    LANDASAN  TEORI .

      A.  PENGERTIAN
Miningitis adalah suatu reaksi keradangan yang mengenai satu atau semua lapisan selaput yang menghubungkan jaringan otak dan sumsum tulang belakang, yang menimbulkan eksudasi berupa pus atau serosa, disebabkan oleh bakteri spesifik / non spesifik atau virus.

B.  ANATOMI  &  FISIOLOGI  SELAPUT  OTAK.
Selaput otak terdiri dari 3 lapisan dari luar kedalam yaitu Durameter, Aranoid, Piameter. Durameter terdiri dari lapisan yang berfungsi kecuali didalam tulang tengkorak, dimana lapisan terluarnya melekat pada tulang dan terdapat sinus venosus. Falx serebri adalah lapisan vertikal durameter yang memisahkan kedua hemisfer serebri pada garis tengah. Tentorium serebri adalah ruang horizontal dari Durameter yang memisahkan lobus oksipitalis dari serebelum.
Araknoid merupakan membran lembut yang bersatu ditempatnya dengan parameter, diantaranya terdapat ruang subarnoid dimana terdapat arteri dan vena serebral dan dipenuhi oleh cairan serebrospinal. Sisterna magna adalah bagian terbesar dari ruang subaranoid disebelah belakang otak belakang, memenuhi celah diantara serebelum dan medulla oblongata.
Piamater merupakan membran halus yang kaya akan pembuluh darah kecil yang mensuplai darah keotak dalam jumlah yang banyak. Piameter adalah lapisan yang langsung melekat dengan permukaan otak dan seluruh medula spinalis.
Miningitis dapat disebabkan oleh berbagai organisme yang bervariasi, tetapi ada tiga tipe utama yakni:
1.      Infeksi bakteri, piogenik yang disebabkan oleh bakteri pembentuk pus, terutama  
         meningokokus, pneumokokus, dan basil influenza.
2.      Tuberkulosis, yang disebabkan oleh basil tuberkel (Mycobacterium tuberculose).
3.      Infeksi virus, yang disebabkan oleh agen-agen virus yang sangat bervariasi.

C.  ETIOLOGI   &   EPIDEMIOLOGI.
Miningitis bakteri dapat disebabkan oleh setiap agen bakteri yang bervariasi. Haemophilus Influenza (Tipe β), Streptococcus pneumoniae, dan Naisseria Miningitis  (meningokokus) bertanggung jawab terhadap meningitis pada 95 % anak-anak yang lebih tua dari usia 2 bulan. Haemophilus influenzae merupakan organisme yang dominan pada usia anak-anak 3 bulan sampai dengan 3 tahun, tetapi jarang pada bayi dibawah 3 bulan, yang terlindungi oleh substansi bakteri yang didapat secara pasif dan pada anak-anak diatas 5 tahun yang mulai mendapat perlindungan ini.
Organisme lain adalah Streptococus β hemolyticus, Staphylococcus aureus, dan Escherichia coli. Penyebab utama meningitis neonatus adalah organisme Streptococcus  β hemolyticus dan Escherichia coli. Infeksi Escherichia coli jarang terjadi pada anak-anak usia setelah bayi (lebih dari 1 tahun). Meningitis meningokokus (serebrospinal epidemik) terjadi pada bentuk epidemik dan merupakan satu-satunya tipe yang ditularkan melalui infeksi droplet dari sekresi nasofaring. Meskipun kondisi ini dapat berkembang pada setiap usia, risiko infeksi meningokokus meningkat dengan seringnya kontak dan oleh karena itu infeksi terutama terjadi pada anak-anak usia sekolah dan adolesens.
Laki-laki lebih sering terkena dibandingkan dengan perempuan terutama pada periode neonatal. Angka kesakitan tertinggi seteleh timbulnya meningitis mengenai anak-anak pada usia antara kelahiran sampai dengan empat tahun (dibawah lima tahun). Faktor maternal seperti ketuban pecah dini dan infeksi ibu hamil selama trimester akhir merupakan penyebab utama meningitis neonatal.
Terjadinya defisiensi pada mekanisme imun dan berkurangnya aktivitas leukosit dapat mempengaruhi insiden pada bayi baru lahir, anak-anak dengan defisiensi imunoglobulin, dan anak-anak yang menerima obat-obatan imunosupresif. Meningitis yang muncul sebagai perluasan dari infeksi-infeksi bakteri yang bervariasi kemungkinan disebabkan kurangnya resistensi terhadap berbagai organisme penyebab. Adanya kelainan SSP, prosedur / trauma bedah saraf, infeksi-infeksi primer dilain organ merupakan faktor-faktor yang dihubungkan dengan mudahnya terkena penyakit ini.
D.  PATOFISIOLOGI 

                 Rute infeksi yang paling sering adalah penyebaran vaskuler dari fokus-fokus infeksi ketempat lain. Contohnya organisme nasofaring menyerang pembuluh-pembuluh darah yang terdapat didaerah tersebut dan memasuki aliran darah keserebral atau membentuk tromboemboli yang melepaskan emboli sepsis kedalam aliran darah. Invasi oleh perluasan langsung dari infeksi-infeksi disinus paranasal dan disinus mastoid jarang terjadi. Organisme-organisme dapat masuk melalui implantasi langsung setelah luka yang tertembus, fraktur tulang tengkorak yang memberikan sebuah lubang kedalam kulit atau sinus, lumbal fungsi, prosedur pembedahan dan kelainan-kelainan anatomis seperti shunt ventrikuler. Organisme-organisme yang terimplantasi menyebar kedalam cairan serebrospinal oleh penyebaran infeksi sepanjang rongga subarnoid.Proses infeksi yang terlihat adalah inflamasi, eksudasi akumulasi leukosit dan tingkat kerusakan jaringan yang bervariasi. Otak menjadi hiperemis, edema, dan seluruh permukaan otak tertutup oleh lapisan eksudat purulen dengan bervariasi organisme.


E.     MANIFESTASI  KLINIK.
  Neonatus    :
  • Gejala tidak khas
  • Panas   ±
  • Anak tampak malas, lemah, tidak mau minum, muntah dan kesadaran menurun.
  • Ubun-ubun besar kadang-kadang cembung.
  • Pernafasan tidak teratur.
Anak umur  2 bulan  -  > 2 tahun   :
  • Gambaran klasik (-)
  • Hanya panas, muntah, gelisah, kejang berulang.
  • Kadang-kadang “ high pitched cry “.
Anak umur  > 2   tahun   :
  • Panas , menggigil, muntah, nyeri kepala.
  • Kejang
  • Gangguan kesadaran.
  • Tanda-tanda rangsang meningeal : kaku kuduk, tanda Brudzinski dan Kering.
 Gejala yang sering terlihat  :
  • Keluhan penderita mula-mula nyeri kepala yang menjalar ketengkuk dan punggung
  • Kesadaran menurun
  • Kaku kuduk, disebabkan mengejangnya otot-otot ekstensor tengkuk ;
  • Terdapat tanda kernig dan Brundzinski yang positif.
  • Tanda kernig yang positif adalah bila paha ditekuk  90°  keventral, tungkai dapat diluruskan pada sendi lutut.

F.     PERUMUSAN  DIAGNOSTIK.
Diagnostik miningitis akut bakteri tidak dapat dibuat berdasarkan gejala klinis. Diagnosis pasti hanya dapat ditegakkan berdasarkan pemeriksaan cairan serebrospinal melalui lumbal pungsi. Tekanan cairan diukur dan cairannya diambil untuk kultur, pewarnaan gram, hitung jenis, serta menentukan kadar glukosa dan protein. Penemuan ini umumnya diagnostik Kultur dan pewarnaan gram dibutuhkan untuk menentukan kuman penyebab. Tekanan cairan serebrospinal biasanya meningkat, tetapi interpretasinya seringkali sulit bila anak sedang menangis.
Umumnya dijumpai leukositosis dengan predominan leukosit PMN, tapi bisa sangat bervariasi. Warna cairan biasanya opalesen sampai keruh, reaksi nonne dan pandy akan positif. Kadar khlorida akan menurun tapi ini tidak selalu terjadi. Kadar glukosa berkurang, umunya sesuai perbandingan lamanya dan beratnya infeksi. Hubungan antara glukosa dalam cairan serebrospinal dengan glukosa darah sangat penting dalam mengevaluasi kadar glukosa dalam cairan serebrospinal, oleh karena itu sampel glukosa darah diambil kira-kira 30 menit sebelum lumbal fungsi. Konsentrasi protein biasanya meningkat. Kultur darah dianjurkan pada anak-anak yang dicurigai menderita meningitis. Dijumpai leukositosis, pergeseran ke kiri, dan anemia megaloblastik.

  UNTUK LEBIH LENGKAP SILAHKAN DOWNLOAD DIBAWAH INI


Popular Posts