Tuesday, 8 April 2014

HUBUNGAN DIET KARBOHIDRAT DENGAN KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI WILAWAH KERJA PUSKESMAS GERUNG LOMBOK BARAT

INTISARI

P R O P O S A L


HUBUNGAN DIET KARBOHIDRAT DENGAN KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II  DI WILAWAH KERJA PUSKESMAS GERUNG
LOMBOK BARAT

Oleh : I MADE SUDANTA


LATAR BELAKANG :  Diabetes Mellitus sering disebut sebagai the great imitator, karena penyakit ini dapat mengenai semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai macam keluhan. Gejalanya sangat bervariasi. Diabetes mellitus (DM) dapat timbul secara perlahan-lahan sehingga pasien tidak menyadari akan adanya perubahan seperti minum yang menjadi lebih banyak, buang air kecil ataupun berat badan yang menurun. Gejala-gejala tersebut dapat berlangsung lama tanpa diperhatikan, sampai kemudian orang tersebut pergi kedokter dan diperiksa kadar glukosa darahnya.

Transisi epidemiologi telah terjadi di Indonesia, hal ini terlihat dari data SKRT (Survei Kesehatan Rumah Tangga) dari tahun 1986, 1997, dan tahun 2001 yang menunjukkan pergeseran penyebab kematian dari penyakit menular akut/infeksi ke penyakit menahun dan degeneratif (Handayani, 2007).

Di antara penyakit degeneratif, Diabetes Melitus adalah salah satu penyakit degeneratif yang tidak menular, yang akan meningkat jumlahnya di masa datang. Diabetes Melitus sudah merupakan salah satu ancaman utama bagi kesehatan umat manusia pada abad 21. World Health Organization (WHO) membuat perkiraan bahwa  pada tahun 2000 jumlah pengidap diabetes di atas umur 20 tahun berjumlah 150 juta orang dan dalam kurun waktu 25 tahun kemudian, pada tahun 2025, jumlah itu akan membengkak menjadi 300 juta orang. Sedangkan di Indonesia, dengan prevalensi 8,6% dari total penduduk, diperkirakan pada tahun 1995 terdapat 4,5 juta pengidap diabetes dan pada tahun 2025 diperkirakan meningkat menjadi 12,4 juta penderita (Suyono, 2006).

Dari jenis Diabetes Melitus, kasus yang terbanyak adalah Diabetes Melitus tipe 2 yang meliputi 90% dari populasi DM di Indonesia (Handayani, 2007). Jumlah penderita DM di Indonesia diperkirakan akan meningkat, peningkatan populasi dari  akibat jenis makanan yang dikonsumi, berkurangnya kegiatan jasmani (Pusat Diabetes dan Lipid FKUI/ RSCM,2005).

Tingkat pengetahuan yang rendah akan dapat mempengaruhi pola makan yang salah sehingga menyebabkan kegemukan, yang akhirnya mengakibatkan kenaikan kadar glukosa darah. Diperkirakan sebesar 80-85% penderita DM tipe II mengalami kegemukan. Hal ini terjadi karena tingginya asupan karbohidrat dan rendahnya asupan serat. Salah satu upaya pencegahan DM adalah dengan perbaikan pola makan melalui pemilihan makanan yang tepat. Semakin rendah penyerapan karbohidrat, semakin rendah kadar glukosa darah. Kandungan serat yang tinggi dalam makanan akan mempunyai indeks glikemik yang rendah sehingga dapat memperpanjang pengosongan lambung yang dapat menurunkan sekresi insulin dan kolesterol total dalam tubuh.

Dari urain diatas dapat peneliti ingin mengetahui hubungan antara diet karbohidrat dengan kadar glukosa darah penderita DM type II diwilayah kerja Puskesmas Gerung Lombok Barat.

RUMUSAN MASALAH : Berdasarkan uraian dari latar belakang masalah diatas, peneliti ingin mengetahui: “adakah hubungan antara Diet Karbohidrat Dengan Kadar Glukosa Darah Penderita DM Type II Di Wilayah Kerja Puskesmas Gerung Lombok Barat”?.

TUJUAN PENELITIAN :
Tujuan Umum : Mengetahui hubungan antara Diet Karbohidrat Dengan Kadar Glukosa Darah Penderita DM Type II Di Wilayah Kerja Puskesmas Gerung Lombok Barat
Tujuan Khusus : (1)  Mengidentifikasi pola diet karbohidrat penderita DM Type II di Wilayah Kerja Puskesmas Gerung Lombok Barat. (2) Mengidentifikasi tingkat kadar glukosa darah penderita DM Type II di Wilayah Kerja Puskesmas Gerung Lombok Barat.
(3) Menganalisa hubungan antara diet karbohidrat dengan kadar glukosa darah penderita DM Type II di Wilayah Kerja Puskesmas Gerung Lombok Barat.

SUBYEK PENELITIAN :
Subjek penelitian adalah subjek yang dituju untuk diteliti (Arikunto, 2001). Subjek pada penelitian ini adalah semua penderita DM tipe II di wilayah kerja Puskesmas Gerung Lobar.

POPULASI DAN SAMPEL
Populasi Penelitian : Populasi pada penelitian ini adalah semua penderita DM tipe II di wilayah kerja Puskesmas Gerung Lombok Barat sejumlah 15 orang.
Sampel : Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah total sampling. Total sampling adalah mengambil semua anggota populasi menjadi sampel (Alimul, 2007). Sampel pada penelitian ini sejumlah 15 orang penderita DM tipe II yang sedang melakukan rawat jalan sejak bulan Desember 2011.

RANCANGAN PENELITIAN :
Desain penelitian pada penelitian ini menggunakan studi korelasi, yaitu : merupakan penelitian atau penelaahan hubungan antara dua variabel pada satu situasi atau sekelompok subjek .

INSTRUMEN PENELITIAN :
Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari: (1) Kuestioner (angket) : Kuesioner yang digunakan pada penelitian ini adalah seperangkat pertanyaan tentang konsumsi karbohidrat harian penderita DM tipe II yang diadopsi dari Table Komposisi Pangan Indonesia (TKPI). (2) Pedoman observasi : Pedoman observasi pada penelitian ini menggunakan tingkat glukosa darah sewaktu.

ANALISA DATA  :  

Analisa data pada penelitian ini menggunakan uji Chi square dengan taraf kesalahan 5%, hasil perhitungan tersebut akan di konsultasikan ke table nilai chi kuadrat, untuk menentukan hipotesis diterima atau tidak. H0 diterima jika nilai chi kuadrat hitung lebih kecil dari table.

Klik Dibawah Ini Untuk Download Filenya : 
Daftar Isi Download
BAB I Pendahuluan Download
BAB II Tinjauan Pustaka Download
BAB III Metodologi Penelitian Download
Daftar Pustaka Download



No comments:

Popular Posts