Saturday, 30 August 2014

PENGARUH TERAPI MEMODIFIKASI LINGKUNGAN TERHADAP TINGKAT KEMAMPUAN KOGNITIF PADA KLIEN LANSIA YANG MENGALAMI DIMENSIA DI DUSUN BONJERUK DUAH DESA BONJERUK KECAMATAN JONGGAT KABUPATEN LOMBOK TENGAH

RINGKASAN

PROPOSAL PENELITIAN

PENGARUH  TERAPI  MEMODIFIKASI LINGKUNGAN TERHADAP TINGKAT KEMAMPUAN KOGNITIF PADA KLIEN  LANSIA   YANG  MENGALAMI  DIMENSIA DI DUSUN BONJERUK DUAH DESA BONJERUK  KECAMATAN JONGGAT KABUPATEN LOMBOK TENGAH

I MADE SUDANTA


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI KESEHATAN (STIKES) MATARAM 
MATARAM
2012



LATAR BELAKANG
Keberhasilan pembangunan terutama dalam bidang teknologi kedokteran dan kesehatan berdampak terhadap meningkatnya usia harapan hidup. Akibatnya terjadi perubahan struktur penduduk menjadi berbentuk piramid terbalik, dimana jumlah orang lanjut usia (lansia) lebih banyak dibandingkan anak berusia 14 tahun kebawah. Hal ini tidak hanya terjadi di negara-negara maju, tetapi di Indonesia terjadi hal yang serupa. Indonesia termasuk salah satu negara dimana proses penuaan penduduknya terjadi paling cepat di Asia Tenggara, dimana proyeksi penduduk serta estimasi rata-rata harapan hidup penduduk Indonesia menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.

Pada tahun 2005 rata-rata usia harapan hidup sekitar 67,8 tahun meningkat menjadi 70 tahun antara tahun 2005-2010. Persentase penduduk lanjut usia, yaitu seseorang yang berusia di atas 60 tahun, sekitar  9,5% pada tahun 2005 akan menjadi 11% atau sekitar 28 juta pada tahun 2020 (Bappenas, BPS, dan UNFPA, 2005).  Proses menua dalam perjalanan hidup manusia merupakan suatu hal yang wajar yang akan dialami oleh semua orang yang dikaruniai umur panjang, proses ini terjadi terus menerus dan berkelajutan secara ilmiah. Berdasarkan UU No.12 tahun 1998 tentang usia lanjut disebutkan bahwa yang masuk dalam katagori lansia adalah mereka yang berusia 60 tahun keatas. Namun yang terjadi di Indonesia banyak individu yang berusia 56 tahun sudah pensiun dari pekerjaannya (Nugroho, 2004).

Ketika seseorang sudah mencapai usia tua dimana fungsi-fungsi tubuhnya tidak dapat lagi berfungsi secara baik, maka lansia membutuhkan banyak bantuan dalam menjalani aktivitas-aktivitas kehidupannya. Disamping itu, berbagai penyakit degeneratif yang menyertai seperti penyakit muskoskletal, penurunan fungsi kognitif (demensia), penyakit kardio-fulmonal dll.(Alimul, 2006). Demensia adalah sebuah sindrom karena penyakit otak,  bersifat kronis atau progresif di mana ada banyak gangguan fungsi kortikal yang lebih tinggi, termasuk memori, berpikir, orientasi, pemahaman, perhitungan, belajar, kemampuan, bahasa, dan penilaian kesadaran tidak terganggu. Gangguan fungsi kognitif yang biasanya disertai, kadang-kadang didahului, oleh kemerosotan dalam pengendalian emosi, perilaku sosial, atau motivasi. Sindrom terjadi pada penyakit Alzheimer, di penyakit serebrovaskular, dan dalam kondisi lain terutama atau sekunder yang mempengaruhi otak (Durand dan Barlow, 2006).

Gejala awal gangguan ini adalah lupa akan peristiwa yang baru saja terjadi, tetapi bisa juga bermula sebagai depresi, ketakutan, kecemasan, penurunan emosi atau perubahan kepribadian lainnya. Terjadi perubahan ringan dalam pola berbicara, penderita menggunakan kata-kata yang lebih sederhana, menggunakan kata-kata yang tidak tepat atau tidak mampu menemukan kata-kata yang tepat. Ketidakmampuan mengartikan tanda-tanda bisa menimbulkan kesulitan dalam mengemudikan kendaraan. Pada akhirnya penderita tidak dapat menjalankan fungsi sosialnya (Durand dan Barlow, 2006).

Pada studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 21 desember 2011, didapatkan jumlah lansia di desa Bonjeruk sekitar 487 lansia, dan menurut kepala Dusun Bonjeruk Duah sebanyak 44 orang yang berusia diantara 60-80 tahun tinggal didusun Bonjeruk Duah. Setelah melakukan wawancara dengan beberapa lansia di dusun Bonjeruk Duah, didapapatkan beberapa lansia mengalami gejala-gejala awal demensia, seperti  adanya kecemasan, rasa takut, perubahan emosional secara tiba-tiba (Buku Laporan tahunan Desa Bonjeruk, 2011).

Proses penuaan yang terjadi pada setiap individu memeungkinkan setiap lansia memiliki gejala-gejala demensia. Gejala–gejala ini jika dibiarkan akan menimbilkan sindrome gangguan fungsi kognitif seperti kemampuan mengingat jangka pendek, penurunan fungsi bahasa, dan psikomotor. Upaya terapi yang diberikan pada lansia hendaknya bersifat komprehensif, holistik dan multipliner. Selain farmako terapi, terapi psikologis (psiko terapi) dengan perlu mengupayakan oktimalisasi aspek lingkungan hidup melalui penerapan konsep-konsep psikologi lingkungan juga merupakan terapi pendukung yang dapat dioptimalkan (Lysa, 2008). Lingkungan adalah semua benda dan kondisi termasuk di dalamnya manusia dan aktivitasnya, yang terdapat dalam ruang di mana manusia berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup serta kesejahteraan manusia dan jasad hidup lainnya. (Darsono, 1995).

Therapy milieu dilakukan dengan menciptakan suatu “Komunitas therapeutic” dimana seluruh fase interaksi paien-pasien usila dengan perawat dirancang sedemikian rupa sehingga menguntungkan pasien. Therapi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sosial, memperbersar tanggung jawab terhadap aktifitas sendiri dan meningkatkan harga diri (Fozard dan Popkin, 2001). Secara teori di identifikasi bahwa sistem lingkungan sendiri terdiri dari sitem internal dan eksternal. Sistem Intermal : biologicalpsikolocal, sosiological, dan spiritual, sedangkan sistem eksternal : sesuatu diluar batas sistem internal spserti : udara, iklim, air, bangunan, sosial budaya, politik, ekonomi. Konsep ini mengfokuskan peran perawat dalam memodifikasi lingkungan fisik yang akan berdampak pada biokimiawi tumbuhan seperti kadar kortisune dan adrenalin yang normal, senantiasa berdampak pada psikologis klien seperti perasaan aman (safety need), terbebas dari kecemasan (anxiety).

RUMUSAN  MASALAH
Dari latar belakang diatas, dapat dirumuskan masalah dari penelitian ini adalah “Bagaimana pengaruh terapi memodifikasi lingkungan terhadap tingkat kemampuan kognitif pada klien lansia yang mengalami dimensia?”

TUJUAN PENELITIAN
Tujuan Umum : Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi memodifikasi lingkungan terhadap tingkat kemampuan kognitif pada lansia yang mengalami demensia.

Tujuan Khusus : (1) Mengidentifikasi  kemampuan kognitif pada lansia yang mengalami demensia sebelum pemberian terapi memodifikasi lingkungan di Dusun Bonjeruk Duah. (2) Mengidentifikasi  kemampuan kognitif pada lansia yang mengalami demensia setelah pemberian terapi memodifikasi lingkungan di Dusun Bonjeruk Duah.. (3) Menganalisa pengaruh terapi memodifikasi lingkungan antara sebelum dan setelah diberikan terapi memodifikasi lingkungan di Dusun Bonjeruk Duah.

SUBJEK PENELITIAN
Subjek pada penelitian ini adalah semua lansia yang tinggal di Dusun Bonjeruk Duah Desa Bonjeruk kec. Jonggat Lombok Tengah

POPULASI PENELITIAN
Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia yang mengalami demensia yang tinggal di Dusun Bonjeruk Duah Desa Bonjeruk kecamatan Jonggat Lombok Tengah.

SAMPEL PENELITIAN
Dalam penelitian ini yang menjadi sampelnya adalah lansia dengan demensia yang mengalami gangguan kognitif dan berada di Dusun Bonjeruk Duah Desa Bonjeruk Kec. Jonggat Lombok Tengah yang memenuhi kriteria inklusi.

TEKNIK SAMPLING
Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling

RANCANGAN PENELITIAN ATAU DESAIN PENELITIAN
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan Pre eksperimen dengan pendekatan penelitian “One Group Pre Test-Post Test” yaitu mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan suatu kelompok subyek. Kelompok subyek diobservasi sebelum dilakukan intervensi, kemudian diobservasi lagi setelah intervensi.

INSTRUMEN PENELITIAN
Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Questioner MMSE (Mini-Mental State Examination  dengan jumlah perrtanyaan 30 pertanyaan, setiap pertanyaan jika jawaban benar maka skornya adalah 1 tapi jika jawabannya salah maka skornya adalah 0 dan pedoman pelaksanaan terapi modifikasi lingkungan.

ANALISA DATA
Analisa data pada penelitian ini menggunakan uji statistik paired t test dengan taraf signifikan 0,05 (5%)

FILE
KLIK  DOWNLOAD
DIBAWAH INI
COVER
BAB I PENDAHULUAN
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB III METODE PENELITIAN 
DAFTAR PUSTAKA 
LAMPIRAN 


No comments:

Popular Posts