Monday, 7 April 2014

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN AKIBAT HOSPITALISASI PADA ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) DI RUANG ANAK RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) SUMBAWA

RINGKASAN

PROPOSAL PENELITIAN

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN AKIBAT HOSPITALISASI PADA ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) DI RUANG ANAK  RUMAH SAKIT UMUM DAERAH  (RSUD) SUMBAWA

Oleh

GITA ELVIRA NARISWARI

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI KESEHATAN (STIKES) MATARAM

LATAR BELAKANG :
Hospitalisasi adalah suatu proses karena suatu alasan darurat atau berencana mengharuskan anak untuk tinggal di rumah sakit menjalani terapi dan perawatan sampai pemulangan kembali ke rumah. Selama proses tersebut bukan saja anak tetapi orang tua juga mengalami kebiasaan yang asing, lingkungan yang asing, orang yang mendapat dukungan emosi akan menunjukkan rasa cemas. Rasa cemas pada orang tua akan membuat stress anak meningkat. Hospitalisasi anak dapat menjadi suatu pengalaman yang menimbulkan trauma baik pada anak maupun orang tua sehingga menimbulkan reaksi tertentu yang akan sangat berdampak pada kerja sama anak dan orang tua dalam perawatan anak selama di rumah sakit (Supartini, 2004).

Kecemasan merupakan salah satu dampak hospitalisasi pada masa prasekolah di samping itu juga dampak dari hospitalisasi pada masa prasekolah yaitu sering menolak makan, sering bertanya, menangis perlahan, tidak kooperatif terhadap petugas kesehatan, ketakutan, tidak yakin, kurang percaya diri, atau merasa tidak cukup terlindungi dan merasa tidak aman. Tingkat rasa aman pada setiap anak berbeda. Beberapa anak lebih pemalu dan cepat cemas dibanding anak lain. Hospitalisasi dapat dianggap sebagai pengalaman yang mengancam dan menjadi stressor sehingga dapat menimbulkan krisis bagi anak dan keluarga. Bagi anak, hal ini mungkin terjadi karena anak tidak memahami mengapa ia dirawat/terluka, stres dengan adanya perubahan akan status kesehatan, lingkungan, kebiasaan sehari-hari dan keterbatasan mekanisme koping. Pada anak yang dirawat akan muncul tantangan-tantangan yang harus dihadapinya seperti mengatasi suatu perpisahan, penyesuaian dengan lingkungan yang asing baginya, penyesuaian dengan banyak orang yang merawatnya, dan kerap kali harus berhubungan atau bergaul dengan anak-anak yang sakit serta pengalaman mengikuti terapi yang menyakitkan bagi anak-anak. Secara psikologis , membaca atau bercerita merupakan salah satu bentuk bermain yang paling sehat (Jovan, 2009).  

Anak prasekolah masuk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)Sumbawa periode Maret  2011 sampai dengan Maret 2012 anak prasekolah yang masuk Rumah Sakit Umum Daerah Sumbawa (RSUD) sebanyak 158 orang dengan usia 3-6 tahun dengan berbagai penyakit. Dari survei awal yang dilakukan oleh peneliti Bulan Maret 2012 di Ruang Anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa, peneliti merasa hal ini penting untuk di teliti karena dari data yang diperoleh oleh peneliti di lapangan, masih banyak pasien anak yang merasa cemas saat menjalani hospitalisasi karena tidak mendapat dukungan dari keluarga. Untuk itu, dukungan keluarga sangat dibutuhkan oleh pasien anak yang sedang menjalani hospitalisasi.

Berdasarkan uraian diatas, maka perhatian terhadap hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah.  Apabila dukungan keluarga tidak ada maka akan menyebabkan dampak psikologis terhadap anak tersebut. Oleh karena itu,  diperlukan penelitian untuk melihat adakah hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah di Ruang Anak RSUD Sumbawa.

RUMUSAN MASALAH : Dari latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan permasalahan yang  merupakan fokus penelitian ini, yaitu: “Apakah ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah di Ruang Anak RSUD Sumbawa?”

TUJUAN PENELITIAN
Tujuan Umum : Mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah di Ruang Anak RSUD Sumbawa.
Tujuan Khusus : (1) Mengidentifikasi jumlah anak usia prasekolah yang sedang menjalani hospitalisasi di Ruang Anak RSUD Sumbawa. (2) Mengidentifikasi dukungan keluarga di Ruang Anak RSUD Sumbawa . (3) Mengidentifikasi tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah di Ruang Bersalin RSUD Sumbawa.
Menganalisa hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah di Ruang Anak RSUD Sumbawa.

SUBYEK PENELITIAN
Dalam penelitian ini yang menjadi subyek atau sasaran penelitian adalah anak dengan usia prasekolah (3-5 tahun) yang sedang menjalani hospitalisasi di Ruang Anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa.

POPULASI, SAMPEL DAN SAMPLING
Populasi  : Populasi adalah keseluruhan dari suatu variabel yang menyangkut masalah yang diteliti (Nursalam, 2002). Dalam penelitian ini populasi yang digunakan adalah semua anak usia Prasekolah (3-6 tahun) yang sedang menjalani hospitalisasi di Ruang Anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa. 

Sampel : Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2006). Sampel dalam penelitian ini adalah anak dengan usia (3-6 tahun) dan keluarga yang menemani anak yang sedang menjalani hospitalisasi di Ruang Anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.

TEKNIK SAMPLING : Pada penelitian ini sampel diambil dengan menggunakan teknik Non Probability Sampling dengan accidental sampling, dimana pengambilan sampel ini berdasarkan tujuan tertentu, subyek yang diambil merupakan yang paling banyak mengandung ciri-ciri pokok populasi (Arikunto, 2002).

RANCANGAN PENELITIAN : Berdasarkan penelitian ini maka desain yang digunakan adalah studi korelasional, yaitu mengkaji hubungan antara variabel secara cross sectional yaitu melakukan observasi data variabel independen dan dependen hanya satu kali, pada satu saat dan tidak ada follow up (Nursalam, 2003).

INSTRUMEN PENELITIAN : Instrumen penelitian yang digunakan dalam adalah kuesioner. Angket atau kuesioner adalah sebuah cara atau teknik yang digunakan seorang peneliti untuk mengumpulkan data dengan menyebarkan sejumlah kertas yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh para responden. Pertanyaan yang ditulis dalam format kuesioner disebarkan kepada responden untuk dijawab,kemudian dikembalikan kepada peneliti. Dari jawaban responden tersebut, peneliti dapat memperoleh data seperti pendapat dan sikap responden terhadap masalah yang sedang diteliti (Arikunto, 2002).

Pada penelitian ini, peneliti menggunakan Instrumen penelitian berupa kuesioner terdiri dari 3 bagian yang berisi data demografi, dukungan keluarga dan kuesioner untuk menilai tingkat cemas anak yang sedang menjalani hospitalisasi.

ANALISA DATA : Pengolahan data dilakukan dengan cara univariat dan bivariat, dimana data univariat untuk menampilkan data demografi, untuk keluarga terdiri dari hubungan dengan pasien, umur, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan penghasilan sedangkan untuk anak terdiri dari jenis kelamin, umur, dan pengalaman pernah menjalani hospitalisasi dan diolah dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase. Sedangkan bivariat untuk mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah. Hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah dianalisa secara statistik dengan menggunakan uji statistik korelasi Chi-Square. Hasil dari analisa uji statistik korelasi Chi-Square dengan derajat kemaknaan α < 0,05, jika nilai p kurang dari atau sama dengan nilai α (0.05) berarti hubungan yang signifikan.

Klik Dibawah Ini Untuk Download Filenya :

Cover : Download
Lembar Pengesahan : Download
Kata Pengantar : Download
Daftar Isi : Download
BAB I Pendahuluan : Download
BAB II Tinjauan Pustaka : Download
BAB III Metodelogi Penelitian : Download
Daftar Pustaka : Download
Lampiran : Download


No comments:

Popular Posts