Friday, 20 December 2013

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN TB PARU


LAPORAN PENDAHULUAN
TBC (TUBERCULOSIS)

Ns. Yuflihul Khair.,S.Kep
A.   PENGERTIAN
Tuberculosis paru adalah penyakit infeksius terutama menyerang parenchim paru dapat juga ditularkan ke bagian tubuh lain, termasuk meningen, ginjal, tulang, dan nodus limfe (Brunner & Suddart, 2002).
Tuberculosis paru adalah penyakit infeksi Mycobacterium Tuberculosa dengan gelajala yang sangat bervariasi (Arif Mansjoer,2001).
B.   ETIOLOGI
Etiologi dari Tuberculosis Paru adalah Mycobacterium Tuberculosa, berbentuk batang, tahan asam
(Sylvia, A.P. 1995).

C.   PATHOFISIOLOGI
Basil tuberkel mula-mula memasuki paru atau tempat lain yang belum terinfeksi sebelumnya. Membangkitkan respon peradangan akut tak spesifik yang biasanya disertai sedikit atau tanpa gejala sehingga tidak begitu diperhatikan penderita, disamping juga karena kurangnya pengetahuan penderita. Respon peradangan menimbulkan gejala demam yang menyebabkan terjadinya perubahan suhu tubuh (hipertermia) pada penderita. Peningkatan suhu tubuh menyebabkan peningkatan metabolisme tubuh sehingga akan terjadi peningkatan kebutuhan tubuh terhadap energi. Selain demam penderita mengalami gejala batuk, malaise, anoreksia, mual, sedangkan disisi lain penderita mengalami peningkatan kebutuhan tubuh terhadap energi dan hal ini menyebabkan kurangnya intake pada penderita yang akhirnya menimbulkan perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.

Basil yang menyebabkan peradangan tersebut kemudian mencapai alveolus paru langsung melalui jalan udara dan dapat menjadi aktif keluar dalam bentuk droplet nuklei yang tersebar saat penderita batuk, yang dapat menimbulkan resiko penularan terhadap orang lain.  Basil dalam alveolus itu menimbulkan peradangan dan dan menjadi lesi primer, basil tersebut kemudian difagosit oleh makrofag, dibawa ke kelenjar limfe regional, lesi pimer tersebut mengalami perkejuan dan membentuk tuberkel yang menyebabkan terjadinya penumpukan sekresi dalam paru sehingga bersihan jalan napas tidak efektif.

Lesi primer dan kelenjar limfe regional ( komplek primer) kemudian mengalami fibrosis lalu menjadi jaringan parut dan mengalami perkapuran, fibrosis pada paru tersebut menyebabkan berkurangnya jaringan paru fungsional sehingga sehingga pengembangan paru kurang maksimal dan jumlah oksigen yang masuk paru berkurang. Hal ini menyebabkan terjadinya resiko tinggi pertukaran gas serta keletihan karena oksigenasi jaringan tidak adekuat.

Apabila daya tahan tubuh baik / kuat, maka komplek primer tersebut dapat sembuh sempurna, namun bila daya tahan tubuh klien lemah, maka akan timbul fokus reinfeksi endogen yang menyebabkan kembalinya atau aktifnya lesi. Basil dalam lesi kembali difagosit oleh makrofag, dibawa ke kelenjar limfe dan sampai pembuluh darah, menimbulkan penyebaran yang luas ( tuberkulosis sekunder ). Selain difagosit oleh makrofag, basil tersebut dapat menyebar secara perkontunuitatum ataupun secara bronchogen.

D.   TANDA DAN GEJALA
Gejala umum dari Tuberkulosis Paru adalah batuk lebih dari 4 minggu dengan atau tanpa sputum, malaise, gejala flu ringan, nyeri dada, batuk darah (hemoptoe).
Gejala yang dirasakan klien tersebut bermacam – macam atau malah tanpa keluhan sama sekali, gejala yang terbanyak adalah :
1.    Demam
Bisanya sub febril yang menyerupai influenza, tapi kadang – kadang mencapai 41°- 40o C dipengaruhi daya tahan tubuh dan berat ringannya infeksi kuman.
2.    Batuk
Terjadi karena adanya infeksi paru ada setelah penyakit berkembang dalam jaringan paru.
3.    Sesak nafas
Ditemukan padsa penyakit yang sudah lanjut, inflamasi sudah setengah bagian paru – paru.
4.    Malaise
Gejala yang sering ditemui berupa anoreksia, badan makin kurus, sakit kepala, nyeri otot, dan keringat malam.

E.   PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
1.    Kultur sputum
Positif untuk Mikobakterium Tuberkulosis pada tahap akhir penyakit.
2.    Tes kulit tuberkulin
Tes Mantoux adalah tes kulit yang digunakan untuk menentukan apakah individu telah terinfeksi basil TB. Mantoux test reaksi positif (area indurasi 10-15 mm terjadi 48-72 jam). Ekstrak basil tuberkulin disuntikkan ke dalam lapisan intrademal pada aspek dalam lengan bawah, sekitar 10 cm di bawah siku.
3.    Poto thorak/rongsen dada.

Klik Disini Untuk Download File     Klik Disini

No comments:

Popular Posts