Wednesday, 25 February 2015

CARA PEMASANGAN NASOGASTRIK TUBE (NGT)




Yuflihul Khair.,S.Kep.,Ns



Indikasi
1.    Aspirasi cairan lambung
2.    Untuk memasukkan nutrisi atau makanan bagi pasien yang sulit menelan.
3.    Untuk mendiagnosis suatu penyakit
4.    Bilas lambung pada keracunan

Kontraindikasi
1.    Pasien dengan trauma cervical
2.    Pasien dengan fraktur facialis
3.    Pasien dengan varises oesophagus

Persiapan alat
1.    NGT ( Naso Gastric Tube) No.18 sesuai  kebutuhan
2.    Disposisi spuit 50 cc/blas spuit
3.    Bengkok
4.    Klem dan Jelly
5.    Plaster dan gunting
6.    Pengalas untuk tutup dada penderita
7.    Stetoskop
8.    Baskom berisi air

Prosedur
1.    Apabila penderita sadar, jelaskan terlebih dahulu tujuan pemasangan NGT
2.    Alat-alat diletakkan sebelah penderita arah kepala
3.    Petugas mencuci tangan yang bersih
4.    Atur posisi penderita, tidur terlentang kepala ditinggikan  pakai 1-2 bantal
5. NGT diukur, dengan meletakkan ujung NGT pada ujung tulang dada kemudian memanjang lurus sampai kedahi, lalu diberi tanda panjang 45 cm atau 50 cm pangkal NGT di kleim.
6.    Pasang alas dada
7.    Ujung NGT diolesi dengan jelly
8.    Bila sadar untuk menelan bersama dengan NGT dimasukkan
9.    Secara perlahan NGT dimasukkan kedalam lambung melalui lubang hidung
10.Sesudah NGT masuk sampai batas, bila tidak segera kontrol sudah masuk dalam lambung atau saluran nafas caranya
11.Buka kleim keluar cairan berarti sudah masuk dalam lambung, bila tidak keluar cairan segera kontrol
12.Masukkkan pangkal NGT kedalam baskom berisi air, bila bergelembung segera cabut. Berarti masuk kedalam saluran pernafasan dan bila tidak kontrol dengan cara sebagai berikut
13.Masukkan udara kedalam lambung sebanyak 30 cc segera cepat perawat yang satu mendengar dengan stetoskop didaerah lambung, bila terdengar suara ” kreseg” berarti NGT sudah benar masuk lambung
14. Tutup NGT lalu di fiksasi
15. Bereskan  alat-alat dan perawat cuci tangan

Tehnik Pemasangan
1.  Sebelum SB Tube dipasang, sebaiknya balon tes lagi dengan mengembangkannya didalam air, kemudian kedua balon (esofagus dan lambung ) dikempeskan, SB Tube diberi jeli kemudian ujung pipa dimasukkan lewat lubang hidung perlahan-lahan terus didorong kalau perlu dibantu dengan memberikan sedikit demi sedikit sampai masuk sedalam 50 cm (batas yang ditentukan)
2.   Setelah pasti Tube berada dilubang, balon  lambung dikembangkan dengan isi udara 80-100 cc dan dengan tekanan yang sama, kemudian ujung luar pipa ditarik sampai terasa adanya tahanan dari balon lambung daerah kardia, ujung luar pipa difiksasi dihidung
3.    Selanjutnya balon esofagus dikembangkan sampai tekanan 35-40 mg. Dan ujung pipa ditutup rapat
4.    Lakukan GC, bila aspirasi lambung bersih, dibiarkan tetap berkembang selama 24 jam dan selama ini tetap dilakukan tindakan pendinginan lambung penderita diharuskan puasa
5.   Setelah 24 jam aspirasi tetap bersih, balon esofagus mulai dikempeskan, tetapi tetap ditinggalkan ditempat selam 24 jam berikutnya. Mulai saat ini penderita sudah diperbolehkan minum sedikit demi sedikit selama itu aspirasi lambung tetap dikerjakan
6.  Bila dalam waktu ini terjadi perdarahan ulang ( Aspirasi Positif ) balon esofagus dikembangkan kembali dalam prosedur 2 diulang lagi
7.   SB Tube dapat dilepas bila selama 24 jam pengempesan balon esofagus tidak terjadi perdarahan ulang.

Cara Pemasangan
1.   Mintalah persetujuan pasien sebelum melakukan tindakan pemasangan NGT. Jelaskan kepada pasien tentang tujuan pemasangan, proses pemasangan, serta alat yang digunakan
2.    Persiapkan alat dan bahannya. Setelah itu letakkan di tempat yang mudah dijangkau.
3.    Cuci tangan rutin. Gunakan sarung tangan.
4.    Posisikan pasien. Jika pasien dalam keadaan sadar, posisikan pasien setengah berbaring. Namun jika pasien dalam keadaan tidak sadar, posisikan pasien dalam keadaan berbaring, kepala diangkat sedikit atau diberi pengganjal agar lurus.
5.    Perhatikan cavum nasi (rongga hidung) pasien, apakah ada polip, benda asing, yang menyebabkan sumbatan pada hidung
6.    Pilihlah cavum nasi yang paling longgar untuk selang NGT masuk.
7.    Ukurlah panjang selang yang akan dimasukkan mulai dari puncak hidung ke telinga, lalu dari telinga ke Proc. Xiphoideus. Berikan tanda
8.    Oleskan selang dengan jelly
9.   Jepit selang dengan pinset dan masukkan perlahan ke dalam cavum nasi, jika terjadi tahanan, instruksikan pasien untuk menelan agar epiglottis terbuka.
10. Setelah selang NGT masuk mencapi tanda yang telah diukur tadi, ujilah apakah selang telah masuk ke dalam lambung dengan cara isilah udara ke dalam spoit 10cc lalu hembuskan secara cepat ke dalam selang NGT lalu dengarkan dengan stetoskop yang telah diletakkan pada epigastrium. Jika terdengar bunyi suara, berarti selang telah masuk ke dalam lambung. Tes ini wajib dilakukan karena ditakutkan NGT masuk ke dalam paru-paru yang dapat menyebabkan aspirasi.
11. Rekatkan NGT dengan menggunakan plester, plester jangan sampai menutupi rongga hidung.
12. Jika cairan lambung banyak yang keluar, maka berikanlah wadah penampungan.
13. Selang harus diganti setiap 10 hari.


Klik Tombol Download Dibawah Ini Untuk 
Mendownload Filenya :





No comments:

Popular Posts