Monday, 2 June 2014

PENGARUH TERAPI OKSIGEN MENGGUNAKAN NON-REBREATHING MASK TERHADAP TEKANAN PARSIAL CO2 DARAH PADA PASIEN CEDERA KEPALA SEDANG

PENGARUH TERAPI OKSIGEN MENGGUNAKAN  NON-REBREATHING MASK TERHADAP TEKANAN PARSIAL CO2 DARAH PADA PASIEN CEDERA KEPALA SEDANG


Hendrizal, Syaiful Saanin, Hafni Bactiar
Bagian Bedah, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, Indonesia



PENDAHULUAN :
Tekanan parsial CO2 sangat berpengaruh terhadap aliran darah otak (ADO) dan tekanan intra kanial. Latar belakang penelitian ini adalah bahwa dalam teori tekanan gas campuran John Dalton dinyatakan bahwa jika salah satu tekanan gas dalam campuran gas bertambah maka tekanan parsial gas lain akan menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah peningkatan konsentrasi oksigen dalam Non-Rebreathing Mask (NRM) akan menurunkan tekanan parsial CO2, sehingga dapat digunakan untuk menurunkan PaCO2 sambil memperthankan PaO2 yang tinggi untuk menurunkan TIK (Tekanan Intra Kranial) pada pasien cedera kepala.

METODE: Peneltian ini merupakan penelitian Clinical Trial dengan rancangan penelitian one shoot pretest and postest pada pasien cedera kepala sedang dengan GCS 9-13 yang dilakukan terapi konservatif di RS Dr. M. Djamil Padang. Pada pasien dinilai tekanan parsial CO2 darah sebelum dan setelah 6 jam terapi oksigen menggunakan NRM. Jumlah sampel sebanyak 16 pasien yang memenuhi kriteria inklusi.

HASIL: Dari hasil penelitian didapatkan perbedaan bermakna tekanan parsial CO2 darah sebelum dan setelah terapi oksigen menggunakan NRM (P<0.05). Terjadi penurunan tekanan parsial CO2 darah setelah terapi oksigen mengunakan NRM dari 39,00 ± 3,7 menjadi 432,06 ± 6,35.

KESIMPULAN: Terapi oksigen menggunakan NRM dapat menurunkan tekanan parsial CO2 darah sehingga dapat digunakan untuk menurunkan tekanan intra kranial pada pasien cidera kepala sedang.


Kata kunci : Non-rebreathing Mask, tekanan parsial CO2 darah

 KLIK DOWNLOAD DIBAWAH INI UNTUK MENDAPATKAN 
FILE LENGKAP DALAM BENTUK PDF


No comments:

Popular Posts