Thursday, 10 April 2014

GAMBARAN KARAKTERISTIK PENDERITA TUBERKULOSIS PARU PADA ORANG DEWASA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANTANG KABUPATEN LOMBOK TENGAH PERIODE JANUARI – DESEMBER 2012



INTISARI

OLEH :NUR AWALINA LOLOPAYUNG

GAMBARAN KARAKTERISTIK PENDERITA TUBERKULOSIS PARU PADA ORANG DEWASA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANTANG KABUPATEN LOMBOK TENGAH PERIODE JANUARI – DESEMBER 2012

LATAR BELAKANG :
Di Indonesia TBC merupakan masalah utama untuk kesehatan masyarakat juga merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah penyakit kardiovaskular dan penyakit saluran pernapasan. Sekitar 75% penderita TBC Paru adalah kelompok usia produktif secara ekonomis (15-50 Tahun). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan karakteristik penderita BTA TBC paru yang diantaranya adalah umur, jenis kelamin, jenis pekerjaan, tingkat pendidikan, kepadatan hunian, ventilasi, pencahayaan, kebiasaan merokok, jenis dan tipe tuberkulosis serta status gizi di Wilayah Kerja Puskesmas Mantang Kabupaten Lombok Tengah tahun 2012. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif analitik.

METODELOGI PENELITIAN ;
Pengolahan data dan analisa data menggunakan program SPSS sedangkan penyajian data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Dengan populasi sebanyak 105 penderita TBC Paru dan jumlah sampel sebanyak 143 penderita tuberkulosis paru yang ditentukan dengan teknik simple random sampling.

HASIL PENELITIAN : Berdasarkan hasil penelitian untuk karakteristik yang didapat di lapangan penelitian bahwa faktor-faktor karakteristik yang meliputi umur, jenis kelamin, pekerjaan pendidikan kepadatan hunian, ventilasi, pencahayaan, kebiasaan merokok, jenis dan tipe tuberkulosis serta status gizi berpengaruh terhadap kejadian tuberkulosis paru. Dan pada kondisi rumah khususnya kepadatan hunian, pencahayaan dan ventilasi yang mempengaruhi terjadinya tuberkulosis paru yaitu kepadatan hunian yang tidak memenuhi syarat dengan jumlah sampel 58 rumah (55,24%) yang menderita Tuberkulosis paru. Sedangkan penderita dengan BTA (+) terdapat sebanyak 67 orang (63,81%) dan pada kebiasaan merokok yang mempengaruhi kejadian tuberkulosis paru yaitu pada orang mengonsumsi rokok dengan jumlah sampel 60 orang (57,14%). Kemudian pada status gizi buruk yang menderita tuberkulosis paru dengan jumlah sampel 98 orang (93,33%).

KESIMPULAN :
Dari hasil penelitian ini diharapkan agar lebih meningkatkan penyuluhan berupa pencegahan dan pemahaman kepada masyarakat agar cepat dan peka terhadap kebersihan lingkungan sekitarnya.

Kata Kunci : Tuberkulosis Paru, Kepadatan Hunian, Kebiasaan Merokok dan Status Gizi.



Klik Dibawah Ini Untuk Download Filenya :


Cover : Download
Lembar Pengesahan : Download
Kata Pengantar : Download
Daftar Isi : Download
Abstrak : Download
BAB I Pendahuluan : Download
BAB II Tinjauan Pustaka : Download
BAB III Metodelogi Penelitian : Download
BAB IV Hasil dan Pembahasan : Download
BAB V  Penutup : Download
Daftar Pustaka : Download
Lampiran : Download 


1 comment:

hmm,, deka's blog said...

hmm.. riset yang bagus sepertinya.. bagaimana untuk membaca riset jesekuruhannya.? terimakasih..

Popular Posts